وَاَعِدُّوۡا لَهُمۡ مَّا اسۡتَطَعۡتُمۡ مِّنۡ قُوَّةٍ وَّمِنۡ رِّبَاطِ الۡخَـيۡلِ تُرۡهِبُوۡنَ بِهٖ عَدُوَّ اللّٰهِ وَعَدُوَّكُمۡ وَاٰخَرِيۡنَ مِنۡ دُوۡنِهِمۡ ۚ لَا تَعۡلَمُوۡنَهُمُ ۚ اَللّٰهُ يَعۡلَمُهُمۡؕ وَمَا تُـنۡفِقُوۡا مِنۡ شَىۡءٍ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ يُوَفَّ اِلَيۡكُمۡ وَاَنۡـتُمۡ لَا تُظۡلَمُوۡنَ Wa a'idduu lahum mastata'tum min quwwatinw wa mirribaatil khaili turhibuuna bihii 'aduwwal laahi wa 'aduwwakum wa aakhariina min duunihim laa ta'lamuu nahum Allaahu ya'lamuhum; wa maa tunfiquu min shai'in fii sabiilil laahi yuwaf failaikum wa antum laa tu Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizhalimi dirugikan. Juz ke-10 Tafsir Usai memerintahkan agar Nabi Muhammad memberi tindakan keras bahkan sampai mengusir Yahudi Bani Quraidhah yang telah merusak perjanjian, maka ayat ini memerintahkan agar mempersiapkan kekuatan semaksimal mungkin untuk menghadapi kemungkinan buruk atau balas dendam dari mereka. Dan karena itu, persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka yang terbukti secara nyata memusuhi Islam, dengan mengerahkan kekuatan apa saja yang kalian miliki dan dari pasukan berkuda yang memang dipersiapkan untuk berperang. Persiapan kekuatan secara maksimal tersebut bertujuan agar dapat menggentarkan musuh Allah, musuh kalian dan juga untuk menggentarkan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya baik disebabkan oleh kemunafikannya maupun musuh-musuh Islam yang belum tampak permusuhannya; tetapi Allah senantiasa mengetahuinya, kapan dan di mana saja. Disebabkan sebuah perjuangan di jalan Allah itu membutuhkan biaya besar, maka redaksi berikutnya berisi anjuran untuk mengeluarkan infak apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup bahkan berlipat ganda asalkan ikhlas kepada kalian dan kalian tidak akan dizalimi, yakni dirugikan atau dikurangi sedikit pun balasan kebaikannya. Untuk menghadapi pengkhianatan kaum Yahudi dan persekongkolan mereka dengan kaum musyrikin dengan tujuan menghancurkan kaum Muslimin, Allah memerintahkan pada ayat ini agar kaum Muslimin menyiapkan kekuatan guna menghadapi musuh-musuh Islam, baik musuh yang nyata mereka ketahui, maupun yang belum menyatakan permusuhan-nya secara terang-terangan. Yang harus dibina lebih dahulu adalah kekuatan iman yang akan menjadikan mereka percaya dan yakin bahwa mereka adalah pembela kebenaran, penegak kalimah Allah di muka bumi dan mereka pasti menang dalam menghadapi dan membasmi kezaliman dan keangkara-murkaan. Kekuatan iman yang sempurna inilah yang dapat membina kekuatan mental yang selalu ditanamkan pada hati segenap rakyat agar mereka benar-benar menjadi bangsa yang tangguh dan perkasa dalam menghadapi berbagai macam kesulitan dan cobaan. Bangsa yang kuat mentalnya tidak akan dapat dikalahkan oleh bangsa lain bagaimana pun sempurnanya peralatan dan senjata mereka. Hal ini telah dibuktikan dalam Perang Badar di mana tentara kaum musyrikin yang jauh lebih besar jumlah dan persenjataannya dapat dipukul mundur oleh tentara Islam yang sedikit jumlahnya dan amat kurang persenjataannya, tetapi memiliki mental yang kuat dan iman yang teguh. Di samping kekuatan iman/mental mereka, harus pula dipersiapkan kekuatan fisiknya karena kedua kekuatan ini harus digabung menjadi satu, kekuatan fisik saja akan kurang keampuhannya bila tidak disertai dengan kekuatan mental. Demikian pula sebaliknya kekuatan mental saja tidak akan berdaya bila tidak ditunjang oleh kekuatan fisik. Allah memerintahkan agar kaum Muslimin mempersiapkan tentara berkuda yang ditempatkan pada tempat strategis, siap untuk menggempur dan menghancurkan setiap serangan musuh dari manapun datangnya. Pada masa Nabi pasukan berkuda inilah yang amat strategis nilainya dan amat besar keampuhannya. Suatu negeri yang mempunyai pasukan berkuda yang besar akan disegani oleh negeri-negeri lain, dan negeri lain itu akan berpikir lebih dulu bila akan menyerang negeri itu. Pada masa sekarang pasukan berkuda kavaleri telah digantikan oleh pasukan tank baja, masalah peperangan pada masa kini sudah lain corak dan bentuknya dari peperangan masa dulu. Alat senjata yang dipergunakan sudah beragam pula, berupa armada udara, armada laut, bahkan sampai memper-gunakan persenjataan yang sangat canggih. Jika pada masa Nabi Muhammad saw. Allah memerintahkan agar mempersiapkan pasukan berkuda, maka pada masa sekarang kaum Muslimin harus mempersiapkan berbagai senjata modern untuk mempertahankan negaranya dari serangan musuh. Sebagaimana diketahui senjata-senjata modern sekarang ini adalah hasil dari kemajuan teknologi. Maka umat Islam wajib berusaha mencapai ilmu pengetahuan setinggi-tingginya dan menguasai teknologi dan selalu mengikuti perkembangan dan kemajuannya. Untuk mencapai ilmu dan teknologi yang tinggi kita memerlukan biaya yang sangat besar. Kita wajib mempercepat kemajuan ekonomi dan memperbesar penghasilan rakyat. Dengan demikian akan mudah bagi rakyat menafkahkan sebagian hartanya untuk kepentingan dan pertahanan negaranya. Suatu negara yang kuat mentalnya, kuat pertahanannya, dan kuat pula perekonomiannya pasti akan disegani oleh negara lain dan mereka tidak berani memusuhinya apalagi menyerangnya. Inilah yang dituntut Allah dari kaum Muslimin. Anjuran menafkahkan harta fi sabilillah terdapat dalam beberapa ayat dalam Al-Qur'an di antaranya firman Allah Dan infakkanlah hartamu di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. al-Baqarah/2 195 Dan firman Allah swt Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari rida Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka embun pun memadai. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. al-Baqarah/2 265 Allah menjanjikan pahala yang besar kepada setiap orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, dan dia tidak akan dirugikan sedikit pun karena menafkahkan hartanya. Sebaliknya perbuatan itu akan mendapat pahala yang berlipat ganda. sumber Keterangan mengenai QS. Al-AnfalSurat Al Anfaal terdiri atas 75 ayat dan termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, karena seluruh ayat-ayatnya diturunkan di Madinah. Surat ini dinamakan Al Anfaal yang berarti harta rampasan perang berhubung kata Al Anfaal terdapat pada permulaan surat ini dan juga persoalan yang menonjol dalam surat ini ialah tentang harta rampasan perang, hukum perang dan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan pada umumnya. Menurut riwayat Ibnu Abbas surat ini diturunkan berkenaan dengan perang Badar Kubra yang terjadi pada tahun kedua hijrah. Peperangan ini sangat penting artinya, karena dialah yang menentukan jalan sejarah Perkembangan Islam. Pada waktu itu umat Islam dengan berkekuatan kecil untuk pertama kali dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berjumlah besar, dan berperlengkapan yang cukup, dan mereka dalam peperangan ini memperoleh harta rampasan perang yang tidak sedikit. Oleh sebab itu timbullah masalah bagaimana membagi harta-harta rampasan perang itu, maka kemudian Allah menurunkan ayat pertama dari surat ini.TheSpoils (Arabic: ٱلأنفال, al-ʾanfāl; aka Spoils of War, Earnings, Savings, Profits) is the eighth chapter of the Quran, with 75 verses ().Regarding the timing and contextual background of the revelation (asbāb al-nuzūl), it is a "Medinan surah", completed after the Battle of Badr.It forms a pair with the next surah, At-Tawba. According to the eminent Muslim philosopher Abul A'la Home Tausyiah Jum'at, 09 Juni 2023 - 0510 WIBloading... Menghafal Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 atau sepuluh ayat terakhirnya menjadi tameng atau pelindung bagi pembacanya dari fitnah Dajjal. Foto/ist A A A Keutamaan menghafal Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 termasuk di antara amalan yang dianjurkan. Apalagi Hadis-hadis keutamaan Surat Al-Kahfi telah disepakati kesahihannya oleh para ulama. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda "Sesungguhnya barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi di hari Jumat, ia akan diterangi dengan cahaya di antara dua Jumat." HR Al-Hakim 3392, Al-Baihaqi 5996Keutamaan menghafal Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 atau sepuluh ayat terakhirnya merupakan tameng atau pelindung bagi pembacanya dari fitnah Dajjal. Untuk diketahui, fitnah Dajjal merupakan fitnah atau ujian paling berat di akhir zaman. Tidak semua orang bisa selamat dari tipu dayanya. Jika kita mentadaburi kandungan 10 ayat pertama Surat Al-Kahfi terdapat hal-hal menakjubkan dan tanda kekuasaan Allah. Selain kisah pemuda beriman yang tinggal di dalam gua, terdapat pesan Tauhid dan peringatan Allah kepada orang yang berkata "Allah mengambil seorang anak." Berikut keutamaan menghafal Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 diterangkan dalam Hadis dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabdaمَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِArtinya "Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal." HR Muslim 809 Redaksi lain disebutkan "Dari akhir Surat Al-Kahfi." HR Muslim 809Kemudian, diriwayatkan Imam Ahmad dari Sahl ibnu Muaz ibn Anas Al-Juhani, dari ayahnya, Rasulullah SAW pernah bersabda "Barang siapa yang membaca permulaan Surat Al-Kahfi dan akhirnya, maka Surat Al-Kahfi menjadi cahaya baginya dari telapak kaki hingga kepalanya. Dan barang siapa yang membacanya secara keseluruhan, maka Surat Al-Kahfi menjadi cahaya baginya antara langit dan bumi."Adapun kandungan Surat Al-Kahfi yang terdiri 110 ayat menceritakan kisah tujuh pemuda penghuni gua Ashabul Kahfi dan seekor anjing yang tinggal selama 309 tahun menurut kalender Hijriyah atau 300 tahun menurut kalender Masehi. Kemudian, kisah pemilik kebun Ayat 32-44 atau ujian harta. Terdapat juga kisah pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir 'alaihissalam Ayat 60-82 atau dikenal dengan ujian ilmu. Dan kisah Raja Dzulqarnain dan Ya'juj Wa Ma'juj ayat 83-98. Baca Juga rhs keutamaan menghafal al-kahfi ayat 1-10 keutamaan surat al kahfi keutamaan al kahfi hadis hadis keutamaan surat al kahfi fitnah dajjal Artikel Terkini More 59 menit yang lalu 59 menit yang lalu 1 jam yang lalu 2 jam yang lalu 2 jam yang lalu 2 jam yang lalu KajianKitab Asbabun Nuzul, Surat Al-Baqarah Ayat 76 (No:006) Kembali lagi di hari senin tanggal 28 Agustus ini kita semua dapat mengkaji lagi Asbabun Nuzul ayat-ayat dalam Al-Qur'an. Untuk kesempatan kali ini akan kita bahas tentang asbabun nuzul Qur'an surat al Baqarah ayat yang ke 76.
"Mereka bertanya kepadamu wahai Muhammad tentang harta rampasan perang. Katakanlah "Harta rampasan perang itu terserah bagi Allah dan bagi RasulNya untuk menentukan pembahagiannya. Oleh itu, bertakwalah kamu kepada Allah Subhanahu wa Taala dan perbaikilah keadaan perhubungan di antara kamu, serta taatlah kepada Allah dan RasulNya, jika betul kamu orang yang beriman." Surah alAnfaal 81 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Nabi bersabda "Barangsiapa yang membunuh musuh dia aKan mendapat sejumlah bahagian tertentu dan barangsiapa yang menawan musuh dia pun aKan mendapat bahagian tertentu." Pada ketika itu orang tua hanya tinggal menjaga bendera, sedangkan para pemuda maju kemedan jihad menyerang musuh dan mengangkut ghanimah. Berkatalah orang tua-tua kepada para pemuda "Jadikanlah kami sebagai sekutu kalian semua kerana kami pun turut bertahan dan menjaga tempat kembali kalian semua." Kemudian mereka mengadukan perkara inl kepada Rasulullah Maka turunlah ayat ini Surah alAnfaal1 sebagai penjelasan bahawa ghanimah itu merupakan ketetapan dari Allah dan janganlah ia dijadikan bahan pertengkaran. Diriwayatkan oleh Abu Daud, an Nasai, Ibnu Hibban dan al Hakim dari Ibnu Abbas Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa dalam peperangan Badar Umair telah terbunuh dan saudaranya Saad bin Abi Waqas dapat membunuh kembali pembunuhnya iaitu Said bin al Ash. Di samping itu juga dia dapat mengambil pedang si pembunuh tersebut lalu dibawanya pedang itu kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah bersabda "Simpanlah pedang itu di tempat barang rampasan yang belum dibahagikan. "Selepas itu Saad pun pulang dengan rasa sedih kerana saudaranya terbunuh serta harta rampasannya telah diambil. Tidak lama selepas kejadian itu, turunlah ayat ini Surah al Anfaal1 yang menjelaskan tentang kedudukan ghanimah sehingga Nabi Muhammad bersabda kepada Saad bin Abi Waqas "Ambillah pedangmu itu." Diriwayatkan oleh Ahmad dari Saad bin Abi Waqas Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa pada masa perang Badar Saad datang mengadap Rasulullah dengan membawa sebilah pedang lalu dia berkata "Ya Rasulullah! Sesungguhnya Allah telah menyembuhkan sakit hatiku dengan kaum Musyrikin iaitu aku dapat membunuh pembunuh saudaraku dan merampas pedangnya. Oleh sebab itu, berikanlah pedang ini kepadaku." Rasulullah menjawab "Pedang ini bukan kepunyaanku dan juga bukan kepunyaanmu." Kemudian Saad berkata "Mudah-mudahan pedang ini diberikan kepada orang yang tidak mendapat cubaan sebagaimana cubaan yang kuderitai. " Tidak berapa lama kemudian Rasulullah datang kepada Saad dan bersabda "Engkau telah meminta pedang itu dariku ketika ia belum menjadi milikku dan sekarang ia telah menjadi milikku dan ambillah pedang itu. " Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 81 berhubung dengan peristiwa tersebut sebagai larangan mengambil ghanimah sebelum ada ketetapan dari Allah dan RasulNya. Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmizi dan an Nasa'i dari Saad Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa terdapat orang-orang yang menuntut satu perlima lagi dari ghanimah setelah mereka menerima empat perlima dari ghanimah tersebut. Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 81 sebagai penjelasan bahawa bahagian itu diperuntukkan bagi Allah dan RasulNya. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Mujahid "Sebagaimana harta rampasan perang ditentukan pembahagiannya dengan kebenaran, maka Tuhanmu wahai Muhammad mengeluarkanmu dari rumahmu untuk pergi berperang dengan kebenaran juga, sedang sebahagian dari orang yang beriman itu sebenarnya tidak suka turut berjuang. " Surah al Anfaal 8 5 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika Rasulullah mendapat tahu bahawa kafilah yang dipimpin oleh Abu Sufyan telah mendekati Madinah dan mereka dalam perjalanan pulang menuju ke Mekah lalu baginda bersabda "Bagaimana pendapat kalian semua tentang kafilah itu, mudah-mudahan Allah menjadikan kafilah ini ghanimah bagi kita dan menyelamatkan kita." Kemudian mereka berangkat mencari kafilah itu di luar kota Madinah. Setelah sehari atau dua hari dalam perjalanan baginda bertanya lagi [Rasulullah mendapat tahu bahawa pasukan Abu Sufyan telah mendapat bantuan dari pasukan bersenjata tentera Quraisy] "Bagaimana pendapat kalian semua tentang mereka?" Sebahagian kaum Muslimin menjawab "Kita tidakakan kuat untuk melawan mereka, kerana kita bukan hanya akan melawan kafilah Abu Sufyan sahaja." Berkatalah al Miqdad "Janganlah kalian semua berkata seperti kaum Musa" ertinya berangkatlah kamu dengan Tuhanmu dan berperanglah, kami di sini hanya akan duduk menunggu. Al Anfal5. sebagaimana harta rampasan perang ditentukan pembahagiannya Dengan kebenaran, maka Tuhanmu Wahai Muhammad mengeluarkanmu dari rumahmu untuk pergi berperang Dengan kebenaran juga, sedang sebahagian dari orang-orang Yang beriman itu sebenarnya tidak suka turut berjuang. Ayat ini Surah al Anfaal 85 turun berhubung dengan peristiwa di atas sebagai sindiran kepada sebahagian kaum Mukminin yang tidak suka mengikut jejak Rasulullah. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih dari Abi Ayub al Ansari Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarirdari Ibnu Abbas "Ingatlah ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhan kamu, lalu la perkenankan permohonan kamu surah al anfaal dengan firmanNya "Sesungguhnya Aku akan membantu kamu dengan seribu bala tentera dari malaikatyang datang berturut-turut." Surah al Anfaal 89 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Nabi melihat kaum musyrikin berjumlah 1000 orang sedangkan para sahabat hanya berjumlah 300 dan beberapa belas orang sahaja. Baginda pun mengadap kiblat lalu mengangkat tangannya memohon kepada Allah dengan perasaan yang sedih "Wahai Tuhan kami, kabulkanlah apa yang telah dijanjikan kepadaku. Wahai Tuhan kami, sekiranya engkau membinasakan kaum Muslimin, tidak akan ada yang menyembahMu lagi di bumi ini." Baginda berdoa tanpa henti dengan perasaan yang sedih sambil mengangkat tangannya dan mengadap kiblat sehingga terjatuh selendangnya. Kemudian datanglah Abu Bakar dan mengambil selendang tersebut lalu diletakkan kembali ke tempatnya dan dirangkulnya Nabi dari belakang dan berkata "Wahai Nabiyullah, cukuplah jeritan hatimu Itu, sesungguhnya Allah akan mengabulkan permintaanmu itu dan menepati janjiNya." Maka penurunan ayat ini Surah al Anfaal 8 9 adalah sebagai janji Allah untuk mengabulkan doa orang yang meminta dengan bersungguh-sungguh. Dalam peristiwa di atas Allah menurunkan Malaikat yang begitu ramai. Diriwayatkan oleh at Tirmizi dari Umar bin Khattab "Maka bukanlah kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah jualah yang menyebabkan pembunuhan mereka. Dan bukanlah engkau wahai Muhammad yang melempar ketika engkau melempar akan tetapi Allah jualah yang melempar untuk membinasakan orang kafir, dan untuk mengurniakan orang yang beriman dengan pengumiaan yang baik kemenangan daripadaNya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui." Surah al Anfaal817 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika perang Uhud, Ubay bin Khalaf berniat untuk menyerang Nabi lalu dibiarkan sahaja oleh kawan-kawannya yang pada waktu itu sedang bertempur dengan pasukan Rasulullah. Kemudian Rasulullah melihat bahagian dada Ubay yang terbuka di antara baju dengan topinya, lalu ditikam oleh Rasulullah dengan tombaknya sehingga dia jatuh rebah dari kudanya, tiada mengeluarkan darah akan tetapi putus salah satu dari tulang rusuknya. Teman-temannya datang mengerumuninya pada saat dia meraung kesakitan. Mereka berkata "Alangkah pengecutnya engkau ini, bukankah itu hanya terguris sedikit sahaja." Ubay mengatakan bahawa Rasulullah yang menikamnya dan mengingatkan akan sabda Rasulullah yang bersumpah "Seandainya apa yang terkena pada Ubay itu terkena pula pada penduduk kampung Zilmajaz nama satu daerah nescaya mereka akan mati kesemuanya." Ubay bin Khalaf mati sebelum sampai ke Mekah. Maka penurunan ayat ini Surah al Anfaal 817 berhubung dengan peristiwa di atas sebagai penjelasan bahawa sebenarnya Allah yang telah membunuhnya. Diriwayatkan oleh al Hakim dari Said bin al Musayyab dari bapanya. Isnadnya sahih tetapi hanya gharib Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa dalam perang Khaibar Rasulullah meminta anak panah dan memanahkannya ke arah benteng. Anak panah tersebut terkena Ibnu Abil Haqiq lalu terbunuh di tempat tidurnya. Allah menurunkan ayat ini Surah al Anfaal 817 adalah berhubung dengan peristiwa di atas sebagai penerangan bahawa Allah yang telah melempar anak panah itu. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abdur Rahman bin Jubair Hadis ini mursal, sanadnyay'ayy/d baik akan tetapi gharib KETERANGAN Adapun hadis yang masyhur berkenaan dengan penurunan ayat ini Surah al Anfaal 817 adalah peristiwa di dalam peperangan Badar iaitu pada waktu Rasulullah melemparkan segenggam batu kecil yang menyebabkan banyak kematian di kalangan musuh. Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika peperangan Badar para sahabat mendengar suaru gemuruh dari langit seperti suara batu-batu kecil jatuh ke dalam bekas. Kemudian Rasulullah melempari musuhnya dengan batu-batu kecil tadi sehingga kaum Muslimin mendapat kemenangan. Maka penurunan ayat ini Surah al Anfaal 817 sebagai penjelasan bahawa sesungguhnya Allah yang melemparkan batu-batu tersebut ketika Nabi melemparkannya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim dari Hakim bin Hizam Diriwayatkan pula oleh Abu Syaikh dari Jabir dan Ibnu Abbas Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dari sumber lain tetapi mursal "Jika kamu hai orang musyrik memohon supaya diberi kemenangan bagi pihak yang benar maka sesungguhnya kemenangan yang kamu pohonkan itu telah datang dan disaksikan oleh kamu; dan jika kamu berhenti daripada memusuhi Nabi Muhammad, maka yang demikian amat baik bagi kamu, dan jika kamu kembali memusuhinya, Kami juga kembali menolongnya mengalahkan kamu; dan golongan angkatan perang kamu tidak sekali-kali akan dapat menyelamatkan kamu sedikit pun, sekali pun ia lebih ramai; dan yang demikian itu adalah kerana sesungguhnya Allah beserta orang yang beriman." Surah al Anfaal 819 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Abu Jahal pernah meminta kemenangan kepada Allah ketika pasukannya bertemu dengan pasukan kaum Muslimin. Dia berdoa "Ya Allah siapakah yang sebenarnya yang memutuskan silaturrahim dan datang membawa ajaran yang tidak dikenali. Buktikanlah kemusnahannya esok." ltulah permintaan kemenangan yang disebut Allah di dalam ayat ini Surah al Anfaal 819. Diriwayatkan oleh al Hakim dari Abdullah bin Tha'labah bin Shair Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa Abu Jahal berdoa "Ya Allah berilah pertolongan kepada yang paling mulia di antara dua golongan ini, yang paling terhormat di antara dua pasukan ini. " Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 819 sebagai penjelasan bahawa kemenangan adalah di pihak kaum Muslimin yang paling mulia dan terhormat. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Athiyah "Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati amanah Allah dan RasulNya, dan janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah kamu, sedang kamu mengetahui salahnya." Surah al Anfaal 827 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ayat ini turun berkenaan dengan seorang Muslim yang bernama Abu Lubabah bin Abdil Munzir yang telah ditanya oleh Bani Quraizah iaitu kaum yang memusuhi Islam ketika Perang Quraizah tentang pandangan kaum Muslimin terhadap mereka. Abu Lubabah memberi isyarat dengan tangan dan lehernya yang bermaksud akan dibunuh. Setelah turunnya ayat ini Surah al Anfaal 827 Abu Lubabah menyesali di atas perbuatannya kerana membocorkan rahsia kaum Muslimin. Kemudian dia berkata "Terhiris hatiku sehingga hatiku tidak dapat ku gerakkan kerana aku merasa telah berkhianat kepada Allah dan RasulNya." Diriwayatkan oleh Said bin Mansur dan yang lainnya dari Abdullah bin Abi Qatadah Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa Abu Sufyan meninggalkan Mekah sambil mengintai kegiatan kaum Muslimin. Kemudian Jibril menyampaikan kepada Nabi Muhammad akan perkara tersebut dan memberitahu bahawa Abu Sufyan berada di suatu tempat. Bersabdalah Rasulullah kepada para sahabat "Abu Sufyan sekarang berada di suatu tempat, tangkaplah dan tahanlah dia." Akan tetapi salah seorang dari kaum munafik yang mendengar perintah Rasul itu memberitahu kepada Abu Sufyan melalui surat agar berhati-hati kerana Nabi telah mengetahui maksudnya. Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 827 sebagai peringatan supaya jangan melakukan pengkhianatan kepada Allah dan Rasulnya. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan yang lainnya dari Jabir bin Abdillah Hadis ini sangat gharib di dalam sanadnya dan susunan bahasanya perlu diteliti kembali Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa kaum Muslimin telah mendengar perintah Nabi yang perlu dirahsiakan. Akan tetapi terdapat di kalangan mereka yang menyebarkannya sehingga sampai kepada kaum musyrikin. Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 827 sebagai penerangan bahawa penyebaran perintah seperti ini adalah perbuatan khianat kepada Allah dan RasulNya. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari as Suddi "Dan ingatlah. Wahai Muhammad, ketika orang kafir musyrik Mekah menjalankan tipu daya terhadapmu untuk menahanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka menjalankan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya mereka, kerana Allah sebaik-baik yang menggagalkan tipu daya." Surah al Anfaal 8 30 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika segolongan kaum Quraisy dan pembesar dari suku-suku lainnya hendak memasuki Darun Nadwah, mereka telah dihalangi oleh Iblis yang menyeru sebagai orang yang patut dihormati. Ketika melihatnya, mereka bertanya "Siapakah tuan?" Dia menjawab "Saya seorang Syaikh dari Nadj ingin mendengar apa yang akan dibincangkan oleh kalian semua tentang Muhammad dan ingin menyaksikan majlis tersebut. Mudah-mudahan aku dapat menyumbangkan buah fikiran dan nasihat." Kemudian mereka menyetujuinya dan masuklah dia bersama mereka. Lalu dia berkata "Bagaimana pendapat kalian semua tentang Muhammad?" Salah seorang dari mereka berkata "Masukkan sahaja dia ke dalam penjara dan ikatlah kaki tangannya sampai mati sebagaimana matinya seorang penyair yang bernama Zuhair dan Nabighah kerana perbuatannya itu seperti salah seorang di antara mereka." Kemudian Aduwwullah Syaikh an Najd berkata "Demi Allah pendapat seperti itu tidak baik kerana nanti akan ada orang yang bersimpati kepadanya dan menyampaikan berita tempat tahanannya kepada sahabat-sahabatnya dan mereka akan menyerang lalu mengambilnya dari tangan kalian semua serta menjaganya. Dengan demikian kalian semua tidak akan aman dari gangguan mereka yang akan mengusir kalian semua dari negeri ini. Keluarkanlah pendapat yang lain." Salah seorang yang lain berkata "Usir sahaja dia dari tanah kita, supaya kita dapat bebas dari gangguan dan ucapannya." Kemudian berkatalah Syaikh an Najd "Demi Allah, sesungguhnya pendapat ini pun tidak baik. Apakah tuan-tuan tidak mengetahui percakapannya yang begitu menarik, lisannya yang begitu lincah serta percakapannya yang manis. Demi Allah jika kalian semua berbuat demikian, orang Arab dari segala suku akan mengikutnya dan menurut kepadanya. Akhirnya mereka akan bersatu padu mengusir kalian semua dari tanah tumpah darah kalian semua. Mereka berkata "Benar, demi Allah kemukakanlah pendapat yang lain pula." Akhirnya Abu Jahal berkata "Demi Allah, aku akan memberi pendapat yang paling bernas." Mereka bertanya "Bagaimanakah pendapatmu itu?" Abu Jahal menjawab "Kamu ambil dari setiap kabilah seorang pemuda yang kuat, gagah dan berani. Kemudian masing-masing dibekalkan dengan pedang yang tajam dan ditugaskan untuk membunuh Muhammad bersama-sama. Oleh itu tanggungjawab tersebut dipikul oleh setiap kabilah. Aku yakin bahawa Bani Hasyim tidak akan mampu untuk melawan suku." Pendapat ini diterima dan diputuskan secara sebulat suara kerana boleh diterima oleh akal fikiran mereka. Berkatalah Syaikh al Najd "Demi Allah, ini adalah buah fikiran yang sangat baik kerana aku tidak dapat selain daripadanya." Kemudian mereka bersurai untuk melaksanakan keputusan yang telah dipersetujui. Maka datanglah Jibril kepada Rasulullah membawa perintah kepada baginda supaya tidak tidur di tempat tidurnya yang biasa dan menyampaikan keputusan dari pertemuan mereka. Oleh itu, pada malam itu Rasulullah tidak bermalam di rumahnya dan Allah memberi keizinan kepadanya untuk meninggalkan kota Mekah. Ayat ini Surah al Anfaal 830 turun setelah Rasulullah sampai di Madinah yang menerangkan nikmat yang diberikan Allah kepadanya untuk disyukuri. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa Abu Talib bertanya kepada Nabi "Tahukah engkau apa yang telah dimesyuaratkan oleh kaummu?" Nabi menjawab "Mereka akan memenjarakanku, membunuhku atau mengusirku." Kemudian Abu Talib bertanya "Siapakah yang memberitahumu mengenai perkara ini?" Nabi menjawab "Tuhanku." Abu Talib berkata "Tuhanmu adalah sebaik-baik Tuhan. Aku berwasiat agar engkau berbuat baik kepadaNya." Nabi bersabda "Saya menerima perintahNya dengan sebaik-baiknya dan Tuhan telah berbuat baik kepadaku." Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 830 berhubung dengan peristiwa tersebut. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarirdari Ubaid bin Umair dari Muthalib bin Abi Wadaah KETERANGAN Ibnu Katsir berkata "Hadis ini gharib bahkan munkar kerana menyebut nama Abu Talib pada riwayat hijrah, padahal Abu Talib sudah meninggal sebelumnya." "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami, mereka berkata "Sesungguhnya kami telah mendengarnya. Kalaulah kami mahu, nescaya kami dapat mengatakan kata-kata seperti al Quran ini. Al Quran ini tidak lain hanyalah cerita-cerita dongeng orang-orang dahulu kala." Surah al Anfaal 8 31 "Dan ingatlah ketika mereka kaum musyrik Mekah berkata "Wahai Tuhan kami! Jika betul al Quran itu ialah yang benar dari sisimu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab seksa yang tidak terperi sakitnya." Surah al Anfaal 8 32 dan Allah tidak sekali-kali akan menyeksa mereka, sedang Engkau Wahai Muhammad ada di antara mereka; dan Allah tidak akan menyeksa mereka sedang mereka beristighfar meminta ampun. Surah al Anfaal 8 33 "Dan mengapa mereka tidak patut diseksa oleh Allah, sedang mereka menyekat orang Islam dari masjid AI-Haram, padahal mereka bukanlah orang yang berhak menguasainya kerana mereka kafir musyrik? Sebenarnya orang yang berhak menguasainya hanyalah orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." Surah al Anfaal 8 34 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Rasulullah menetapkan hukuman bunuh kepada tawanan dalan perang Badar. Mereka itu termasuk Uqbah bin Abi Muaith, Thaimah bin Adi dan Nadir bin al Harts. Akan tetapi Miqdad merasa keberatan untuk melaksanakan perintah tersebut kepada Nadir bin al Harts lalu berkata "Ini tawananku ya Rasulullah." Kemudian Rasulullah bersabda dengan menegaskan bahawa itulah orang yang berkata bahawa dirinya dapat membuat ayat seperti ayat-ayat al Quran. Sesungguhnya orang inilah an Nadir yang dimaksudkan dalam ayat ini Surah al Anfaal 8 31. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Said bin Jubair Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa yang dimaksudkan dengan firman Allah di dalam ayat ini Surah al Anfaal 8 32 ialah ucapan an Nadir bin al Harts. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Said bin Jubair Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa Abu Jahal berkata "Sekiranya al Quran ini benar dariMu, turunkanlah hujan batu dari langit atau timpakan kepada kami seksaan yang pedih." Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 8 33 sebagai jaminan bahawa Allah tidak akan menimpakan seksaan dari langit selagi Nabi Muhammad masih ada dan selagi mereka bertaubat kepadaNya. Diriwayatkan oleh al Bukhari dari Anas Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa kaum musyrikin sedang bertawaf di Baitullah sambil berdoa "Ghufranaka, ghufranaka kami minta ampun, kami minta ampun." Maka Allah menurunkan ayat ini Surah al Anfaal 8 33 sebagai penjelasan bahawa mereka tidak akan diseksa selagi mereka bertaubat kepadaNya. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa kaum Quraisy telah berbicara sesama mereka dengan berkata "Muhammad telah dimuliakan oleh Allah lebih daripada kita." Kemudian mereka berdoa "Sekiranya Muhammad itu benar utusan Allah, timpakanlah kepada kami batu dari langit. Pada petang hari mereka menyesali dengan apa yang telah diucapkan itu lalu bertaubat dengan ucapan "ghufranaka Allahhumma." Maka Allah menurunkan ayat ini Surah al Anfaal 833-34 sebagai jaminan keselamatan bagi mereka dari seksaan Allah selama mereka bertaubat. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarirdari Yazid bin Ruman dan Muhammad bin Qais Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa ketika Rasulullah berada di Mekah Allah telah menurunkan "Wa ma kanallahu liyu 'adzdzibahum wa anta fihim" permulaan ayat ini Surah al Anfaal 8 33. Kemudian apabila baginda berhijrah ke Madinah Allah menurunkan sambungan ayat ini Surah al Anfaal 833 hingga ke akhirnya kerana di Mekah masih tertinggal kaum Muslimin yang selalu bertaubat. Setelah kesemua kaum Muslimin berhijrah ke Madinah Allah menurunkan ayat "wa ma lahum alia yu'adzdzibahumullahu" iaitu permulaan ayat ini Surah al Anfaal 8 34. Setelah itu Allah telah membenarkan mereka untuk membebaskan kota Mekah dari seksaan yang telah disebutkan dalam al Quran. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarirdari Ibnu Abbazi "Dan tiadalah sembahyang mereka di sisi Baitullah itu melainkan bersiul-siul dan bertepuk tangan. Oleh itu rasalah Kamu wahai orang kafir akan azab seksa dengan sebab kekufuran kamu." Surah al Anfaal 8 35 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa sebelum kedatangan Islam, kaum Quraisy bertawaf di Baitullah sambil bertepuk tangan dan bersiul. Berikutan dengan perbuatan mereka, maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 8 35 sebagai ancaman terhadap perbuatan seperti itu. Diriwayatkan oleh al Wahidi dari Ibnu Umar Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa kaum Quraisy telah menganggu Nabi yang sedang bertawaf dengan tepukan tangan dan siulan. Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 8 35 sebagai ancaman kepada orang-orang yang suka mengganggu kaum Muslimin yang sedang beribadat. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Said "Sesungguhnya orang kafir yang selalu membelanjakan harta mereka untuk menghalangi manusia dari sisi jalan Allah, maka mereka tetap membelanjakannya kemudian harta yang dibelanjakan itu menyebabkan penyesalan kepada mereka, tambahan pula mereka dikalahkan. Dan ingatlah orang kafir itu akhimya dihimpunkan dalam neraka jahanam." Surah al Anfaal 8 36 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika orang-orang Quraisy ditimpa kekalahan di dalam peperangan Badar dan pulang ke Mekah, Abdullah bin Abi Rabi'ah, Ikrimah bin Abi Jahal, Shafwan bin Umayyah dan tokoh-tokoh Quraisy yang bapa-bapa dan anak-anak mereka telah terbunuh dalam peperangan tersebut telah mengadakan perbincangan dengan Abu Sufyan dan rombongannya. Rombongan Abu sufyan terdiri dari kaum saudagar yang diselamatkan kerana terjadinya perang Badar. Mereka berkata "Hai golongan Quraisy! Sesungguhnya Muhammad telah menakutkan kalian semua dan membunuh orang-orang yang paling baik di antara kalian semua. Bantulah kami dengan harta benda kalian semua untuk memeranginya dan mudah-mudahan kita boleh menebus kekalahan kita dan membalas dendam. Akhirnya kaum Quraisy bersetuju dengan permintaan itu. Oleh itu, penurunan ayat ini Surah al Anfaal 8 36 adalah berhubung dengan peristiwa di atas. Di dalam ayat ini Allah Taala telah menjanjikan untuk mengalahkan orang-orang yang memerangi jalan Allah. Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari az Zuhri, Muhammad bin Yahya, Ibnu Hibban, Ashim bin Umair, Ibnu Qatadah dan Husin bin Abdur Rahman serta bersesuaian dengan hadis dari Ibnu Abbas Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa turunnya ayat ini Surah al Anfaal 8 36 berkenaan dengan Abu Sufyan yang membiayai perang kaum musyrikin sebanyak 40 uqiyat kg emas. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari al Hakam bin Uthaibah Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa penurunan ayat ini Surah al Anfaal 8 36 adalah berkenaan dengan Abu Sufyan yang telah membiayai 2000 orang tentera Habsyah dalam peperangan Uhud untuk memerangi Rasulullah. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbazi dan Said bin Jubair "Dan janganlah kamu menjadi seperti orang yang keluar dari negerinya dengan berlagak sombong dan menunjuk-nunjuk kekuatan mereka kepada orang ramai kerana hendak meminta dipuji, serta mereka pula menghalang manusia dari jalan Allah. Dan ingatlah Allah Maha Meliputi pengetahuanNya akan apa yang mereka kerjakan." Surah al Anfaal 8 47 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika perang Badar kaum Quraisy keluar dari Mekah menuju ke tempat peperangan tersebut dengan berpakaian cantik-cantik serta diiringi oleh barisan pancaragam. Maka Allah menurunkan ayat ini Surah al Anfaal 8 47 sebagai larangan kepada kaum Muslimin dari melakukan perbuatan seperti mereka iaitu riak dan sombong. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Muhammad bin Kaab al Qurazhi dan ingatlah ketika Syaitan memperhiaskan kepada mereka perbuatan mereka yang salah itu, untuk dipandang elok dan diteruskan, serta menghasut mereka Dengan berkata "Pada hari ini tidak ada sesiapa pun dari umat manusia Yang dapat mengalahkan kamu, dan Sesungguhnya Aku adalah Pelindung dan Penolong kamu". maka apabila kedua-dua puak angkatan tentera Islam dan kafir musyrik masing-masing kelihatan berhadapan, Syaitan itu berundur ke belakang sambil berkata "Aku berlepas diri dari kamu, kerana Aku dapat melihat apa Yang kamu tidak dapat melihatnya; Sesungguhnya Aku takut kepada Allah, dan Allah sangat berat azab seksaNya". Surah al Anfaal 8 48 ingatlah ketika orang-orang munafik dan orang-orang Yang ada penyakit syak Dalam hatinya berkata "Orang-orang Islam itu telah diperdayakan oleh ugama mereka sehingga mereka berani menentang Kami Yang lebih besar bilangannya". dan yang sebenarnya sesiapa Yang bertawakal kepada Allah dengan sepenuh-penuh yakin, maka Allah akan menolongnya untuk mengalahkan musuh Yang lebih besar bilangannya, kerana Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. Surah al Anfaal 8 49 kumpulan mereka Yang bersatu itu tetap akan dikalahkan dan mereka pula akan berpaling lari. al Qamar45 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Allah telah menurunkan ayat ini Surah al Qamar 54 45 kepada NabiNya ketika di Mekah. Kemudian bertanyalah Umar bin Khattab "Persekutuan mana ya Rasulullah?" Pertanyaan ini diajukan sebelum terjadi perang Badar. Pada masa peperangan Badar kaum Quraisy dapat dihancurkan dan Umar melirik kepada Rasulullah sambil melihat-melihat kepada kesan-kesan pertempuran dengan mayat bergelimpangan dan pedang terhunus di tangannya. Kemudian Nabi bersabda "Sesungguhnya ayat ini Surah al Qamar 54 45 turun berkenaan dengan peristiwa ini." Dalam peristiwa Badar ini juga turun ayat ini Surah al Mukminuun 2364 berhubung dengan kisah mereka yang merintih-rintih meminta tolong kerana mendapat azab dari Allah serta turun juga ayat ini Surah Ibrahim 14 28 berkenaan mereka yang menukar nikmat Allah dengan kekufuran. Dalam perang Badar ini juga Rasulullah melempari mereka dengan batu dan pasir sehingga musuh-musuh itu mati kerana mata dan mulut mereka dipenuhi dengan pasir dan batu. Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 8 17 yang menjelaskan bahawa kematian mereka bukan kerana lemparan batu Muhammad tetapi kerana lemparan Allah. Pada peristiwa Badar ini juga turunlah ayat ini Surah al Anfaal 848 sebagai penjelasan bahawa Iblis membakar semangat kaum musyrikin tetapi kemudian dia berlepas diri kerana melihat kaum Muslimin mendapat bantuan dari para Malaikat yang tidak terlihat oleh kaum musyrikin. Pada peristiwa itu pula Uthbah bin Rabi'ah dan orang-orang musyrikin lainnya berkata bahawa kaum Muslimin telah tertipu oleh Agamanya. Maka Allah menurunkan ayat ini Surah al Anfaal 849 sebagai peringatan kepada kaum Mukminin untuk tetap bertawakal kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Bijaksana. Diriwayatkan oleh at Thabarani di dalam kitab alAusath dengan sanad yang lemah dari Abi Hurairah "Sesungguhnya sejahat-jahat makhluk yang melata disisi hukum dan ketetapan Allah ialah orang yang kafir yang degil dengan kekufurannya, sebab itu mereka tidak mahu beriman. " Surah al Anfaal 8 55 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa penurunan ayat di atas adalah berkenaan dengan enam suku kaum Yahudi yang sangat kufur di antaranya ialah Ibnu Tabut. K. Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Said bin Jubair dan jika Engkau mengetahui adanya perbuatan khianat dari sesuatu kaum yang mengikat perjanjian setia denganmu maka campakkanlah perjanjian itu kepada mereka Dengan cara terus terang dan adil. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang Yang khianat. Surah al Anfaal 8 58 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Jibril datang kepada Rasulullah dan berkata "Engkau telah meletakkan senjata dan tetap berusaha mengajak mereka melaksanakan perdamaian. Allah telah mengizinkan kamu untuk memerangi Bani Quraizah yang telah mengkhianatimu, berangkatlah dan perangilah mereka." Penurunan ayat di atas adalah sebagai keizinan kepada Rasulullah untuk mengggempur orang-orang yang mengkhianati perdamaian. Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Ibnu Syihab "Wahai Nabi, cukuplah Allah menjadi penolongmu, dan juga pengikut-pengikutmu dari orang yang beriman."Surah al Anfaal 8 64 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika Umar memeluk Islam kaum musyrikin berkata "Kekuatan kita dengan kekuatan kaum Muslimin telah seimbang sekarang. "Maka turunlah ayat di atas sebagai penambah semangat kepada Rasulullah dalam menghadapi kaum musyrikin. K. Diriwayatkan oleh al Bazzar dengan sanad yang daif dari Ikrimah dari Ibnu Abbas. Hadis ini mempunyai beberapa syahid Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ketika bilangan kaum Muslimin telah mencapai jumlah 39 orang termasuk lelaki dan perempuan dan kemudian mencapai bilangan 40 orang dengan Umar memeluk Islam, maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal864. Di dalam ayat ini Allah Taala hendak menjelaskan bahawa cukuplah bagi Allah dan orang-orang yang telah beriman untuk melawan kaum musyrikin. K. Diriwayatkan oleh at Thabarani dan yang lainnya dari Said bin Jubairdari Ibnu Abbas Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa setelah kaum muslimin mencapai jumlah 33 orang lelaki termasuk Nabi dan 6 orang wanita serta ditambah dengan kelslaman Umar, maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 864 berkenaan dengan peristiwa tersebut. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dengan sanad yang sahih dari Said bin Jubair Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa penurunan ayat ini Surah al Anfaal 8 64 adalah berhubung dengan Umar bin khattab yang memeluk Islam. Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Said bin al Musayyab Wahai Nabi, peransangkanlah orang-orang Yang beriman itu untuk berperang. jika ada di antara kamu dua puluh Yang sabar, nescaya mereka dapat menewaskan dua ratus orang dari pihak musuh Yang kafir itu; dan jika ada di antara kamu seratus orang, nescaya mereka dapat menewaskan seribu orang dari golongan Yang kafir, disebabkan mereka yang kafir itu orang-orang Yang tidak mengerti. Surah al Anfaal 8 65 sekarang Allah telah meringankan daripada kamu Apa Yang telah Diwajibkan dahulu kerana ia mengetahui Bahawa pada kamu ada kelemahan; oleh itu jika ada di antara kamu seratus orang Yang sabar, nescaya mereka akan dapat menewaskan dua ratus orang; dan jika ada di antara kamu seribu orang, nescaya mereka dapat menewaskan dua ribu orang Dengan izin Allah. dan ingatlah Allah beserta orang-orang Yang sabar. Surah al Anfaal 8 66 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa ayat ini Surah al Anfaal 8 65 turun dengan mewajibkan perang dengan seorang melawan sepuluh orang. Oleh yang demikian kaum Muslimin merasa keberatan sehingga Allah memberi keringanan bagi mereka dengan setiap orang melawan dua orang, dengan penurunan ayat yang berikutnya Surah al Anfaal 8 66. [Lihat tafsir at Thabari 1954, juz 10, hal 38.] Diriwayatkan oleh Ishaq bin Rahawaih di dalam musnadnya dari Ibnu Abbas "Tidaklah patut bagi seseorang Nabi mempunyai orang tawanan sebelum ia dapat membunuh sebanyak-banyaknya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda dunia yang tidak kekal, sedang Allah menghendaki untuk kamu pahala akhirat. Dan ingatlah, Allah MahaKuasa, lagiMaha Bijaksana." Surah al Anfaal 8 67 Kalaulah tidak kerana adanya ketetapan dari Allah yang telah terdahulu, tentulah kamu ditimpa azab seksa yang besar disebabkan penebus diri yang kamu ambil dari orang tawanan itu. Surah al Anfaal 8 68 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa Nabi bermesyuarat dengan para sahabatnya mengenai tawanan perang Badar. Rasulullah bersabda "Sesungguhnya Allah telah memberi kemenangan kepada kalian semua dan mengalahkan mereka. Bagaimanakah pendapat kalian semua tentang tawanan ini?" Umar berkata "Ya Rasulullah! Penggallah batang leher mereka." Akan tetapi Rasulullah tidak menerima saranannya itu. Kemudian Abu Bakar berkata "Ampunilah mereka dan terimalah dari mereka fida tebusan."Lalu Rasulullah memberi keampunan kepada mereka dan menerima fida tebusan. Maka kedua ayat ini Surah al Anfaal 8 67-68 turun berhubung dengan peristiwa di atas. Ayat ini turun adalah sebagai teguran kepada Nabi dan pernyataan bahawa tindakannya itu dimaafkan kerana telah ada ketentuan dari Allah mengenai perkara itu. Diriwayatkan oleh Ahmad dan yang lainnya dari Anas Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa setelah terjadi peperangan Badar dan tawanan telah dikumpulkan, Rasulullah bersabda "Bagaimanakah pendapat kalian semua tentang tawanan ini?" Kejadian seterusnya adalah sama dengan hadis yang telah disebutkan di atas dan penurunan ayat ini Surah al Anfaal 867-68 adalah sependapat dengan Umar. Diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmizi dan al Hakim dari Ibnu Mas'ud Dalam riwayat lain ada dikemukakan bahawa Nabi bersabda "Tidak pemah dihalalkan ghanimah kepada sesiapa pun dan demikian juga kepada seorang pemimpin sebelum kalian semua. Sesungguhnya pada masa dahulu turun api dari langit yang memusnahkan ghanimah tadi." Lihat Surah al Anfaal 81 dan 41. Ketika perang Badar kaum Muslimin mengambil ghanimah sebelum dihalalkan kepada mereka. Maka Allah menurunkan ayat ini Surah al Anfaal 867 sebagai teguran terhadap perbuatan kaum Muslimin. Diriwayatkan oleh at Tirmizi dari Abu Hurairah Wahai Nabi, Katakanlah kepada orang-orang tawanan Yang ada Dalam tangan kamu "Jika Allah mengetahui ada kebaikan iman Dalam hati kamu, nescaya ia akan memberi kepada kamu balasan Yang lebih baik daripada harta benda penebus diri Yang telah diambil dari kamu, dan ia akan mengampunkan dosa kamu; kerana Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. Surah al Anfaal 8 70 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa al Abbas berkata "Demi Allah, sesungguhnya ayat ini Surah al Anfaal 8 70 turun berkenaan dengan diriku ketika aku mengingatkan kepada Rasulullah bahawa aku telah masuk Islam dan meminta kembali hartaku sebanyak 20 uqiyah emas yang telah dirampas dalam peperangan dan mengharapkan keampunan dari Allah. Oleh itu sebagai gantinya Rasulullah memberikan kepadaku 20 orang abid yang sekarang ini memperdagangkan hartaku dengan jujur serta sangat menguntungkan." Ayat ini menjelaskan bahawa Allah akan memberikan sesuatu yang lebih baik daripada apa yang telah dirampas dalam peperangan kepada tawanan-tawanannya yang masuk Islam serta menjanjikan keampunanNya. Diriwayatkan oleh at Thabarani di dalam kitab alAusath dari Ibnu Abbas "Dan orang yang kafir, setengahnya menjadi penyokong dan pembela bagi setengahnya yang lain. Jika kamu wahai umat Islam tidak menjalankan dasar bantu-membantu sesama sendiri yang diperintah oleh Allah itu, nescaya akan berlakulah fitnah kekacauan di muka bumi dan kerosakkan yang besar." Surah al Anfaal 8 73 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa seorang Mukmin telah bertanya mengenai pemberian harta pusaka kepada anggota keluarga termasuk kaum musyrikin. Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 8 73 sebagai penjelasan bahawa kaum musyrikin selalu saling bantu menbantu sesamanya dan kaum Muslimin pun harus saling bantu membantu sesamanya. Oleh kerana itu, kaum Muslimin tidak dibenarkan untuk menyerahkan harta pusaka kepada mereka. K. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Abu Syaikh dari as Suddi dari Abu Malik "Dan orang yang beriman sesudah itu, kemudian mereka berhijrah dan berjihad bersama-sama kamu, maka adalah mereka dari golongan kamu. Dalam pada itu, orang yang mempunyai pertalian kerabat, setengahnya lebih berhak atas setengahnya yang lain menurut hukum Kitab Allah; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. " Surah al Anfaal 8 75 Dalam suatu riwayat ada dikemukakan bahawa seorang Muslim telah membuat perjanjian dengan yang lainnya untuk saling waris-mewarisi hartanya. Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 8 75 yang menjelaskan bahawa harta pusaka itu keutamaannya diberikan kepada kaum keluarga yang sudah ada ketentuannya. [Lihat Surah an Nisaa1 4 11-12] Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Zubair Dalam riwayat lain pula ada dikemukakan bahawa Rasulullah telah mempersaudarakan Zubair bin Awwam dengan Kaab bin Malik. Kemudian Zubair berkata "Ketika aku melihat Kaab luka parah dalam peperangan Uhud, lalu aku berkata apabila dia syahid terputuslah dia dengan dunia dan ahlinya sehingga aku menjadi pewarisnya." Maka turunlah ayat ini Surah al Anfaal 8 75 sebagai penjelasan bahawa harta pusaka diberi keutamaan kepada ahli keluarganya dan tidak kepada orang yang diangkat menjadi saudara. Diriwayatkan oleh Ibnu Saad dari Hisyam bin Urwah dari bapanya
Namasurat Al Jumu'ah diambil dari kata Al Jumu'ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya: 'Hari Jum'at'. Pokok-pokok isinya: Menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik dan sifat-sifat buruk pada umunya, di antaranya berdusta, sbersumpah palsu dan penakut; mengajak orang-orang mu'min supaya ta'at dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya 8Al-Anfal. 9 At-Tawbah. 10 Yunus. 11 Hud. 12 Yusuf. 13 Ar-Ra'd. 14 Ibrahim. 15 Al-Hijr. 16 An-Nahl. 17 Al-Isra. 60 Al-Mumtahanah. 61 As-Saf. 62 Al-Jumu'ah. 63 Al-Munafiqun. 64 At-Taghabun. 65 At-Talaq. 66 At and learn The Noble Quran. The Noble Quran has many names including Al-Quran Al-Kareem, Al-Ketab, Al-Furqan, Al-Maw'itha, Al pdYaz.